Jumat, 11 November 2011

Pengangguran -akbi-


Pengangguran
            Pengangguran adalah merupakan masalah utama dari perekonomian. Penyebab munculnya pengangguran antara lain upah lengket, teori upah efisiensi, informasi tak sempurna, dan undang-undang upah minimum.

Peneyebab Munculnya Pengangguran
Upah Lengket
            Upah ekuilibrium tertahan pada tingkat tertentu dan tidak turun ketika permintaan tenaga kerja turun.

Kontrak Sosial atau Implisit
            Kesepakatan perusahaan bersama pekerja untuk tidak memotong upah. Kemunculan kejadian eksterm, baru akan memungkinkan perusahaan untuk memotong para pekerja.
Argument terkait, penjelasan pengangguran upah terkait, menyatakan bahwa para pekerja khawatir akan upah mereka, jika dibandingkan dengan upah pekerja lain diperusahaan lain dan industri lain dan mungkin tidak bersedia menerima pemotongan upah terkecuali mereka mengetahui bahwa pekerja lain akan menerima pemotongan yang sama. Ada kesepahaman implisit antara perusahaan dan pekerja bahwa, perusahaan tidak akan melakukan apapunyang membuat pekerjanya lebih merugi dibandingkan pekerja diperusahaan lain.

Kontrak Eksplisit
            Para pekerja menandatangani  kontrak 1 hingga 3 tahun dengan perusahaan. Upah yang ditetapkan dengan cara ini tidak berfluktuasi sesuai kondisi ekonomi, baik naik atau turun. Jika perekonomian melambat dan permintaan perusahaan atas pekerja lebih sedikit, upah mereka tidak akan turun.



Teori Upah Efisiensi
            Menyatakan bahwa produktivitas pekerja meningkat seiring dengan tingkat upah. Permintaan perusahaan atas tenaga kerja tidak akan lebih rendah, tapi tingkat upah yang lebih tinggi akan menyebabkan kuantitas tenaga kerja yang ditawarkn naik. Kuantitas tenaga kerja yang ditawarkan akan melebihi kuantitas tenaga kerja yang diminta pada upah baru yang lebih tinggi sehingga menyebabkan pengangguran.
            Studi empiris pasar tenaga kerja telah mengidentifikasi beberapa manfaat potensi yang diterima perusahaan dengan membayar pekerja lebih tinggi daripada upah ekuilibrium pasar.

Informasi Tak Sempurna
            Perusahaan mungkin tidak punya informasi cukup untuk mengetahui berapa upah ekuilibrium pasar. Jika pasar memiliki informasi tidak sempurna atau tidak lengkap, mereka mungkin sekali menetapkan upah yang salah (upah yang tidak mencapai ekuilibrium pasar tenaga kerja).
            Jika perusahaan menetapkan upah terlalu tinggi, akan lebih banyak pekerja yang mau bekerja untuk perusahaan itu dibandingkan yang ingin dipekerjakan, dan beberapa pekerja potensial akan terkesampingkan. Hasilnya tentu saja, pengangguran. Dan perekonomian pada kenyataannya kompleks.

Undang-Undang Upah Minimum
            Menerangkan sebagian kecil pengangguran dan juga undang-undang yang menetapkan batas bawah tingkat upah, yaitu tingkat minimum per jam untuk segala jenis tenaga kerja.

Data 4 :              
Tingkat Pengangguran Terbuka Capai 7,87 Persen
            Selasa, 1 Desember 2009 . Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2009 mencapai 7,87 persen. Angka ini mengalami penurunan dibanding Februari 2009 yang mencapai 8,14 persen.
            Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, jumlah pengangguran pada Agustus 2009 mengalami penurunan sekitar 300.000 orang jika dibandingkan Februari 2009. Adapun bila dibandingkan dengan Agustus 2008, jumlah penganggur turun sebesar 430.000 orang.
            Rusman menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2009 bertambah 90.000 orang atau mencapai 113,83 juta orang dibandingkan angkatan kerja Februari 2009 sebesar 113,74 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 104,87 juta orang tercatat bekerja.
            Pada Agustus 2009, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh atau karyawan tercatat sebanyak 29,11 juta orang atau sekitar 27,76 persen. Kemudian untuk pekerja bebas di pertanian mencapai 5,99 juta orang. Untuk pekerja bebas di non-pertanian dan pekerja keluarga masing-masing tercatat sebesar 5,67 juta orang dan 18,19 juta orang.
            Pada bulan Agustus 2009, jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk golongan SMK, diploma, dan universitas mengalami kenaikan. Adapun untuk SMA ke bawah mengalami penurunan jika dibandingkan keadaan Februari 2009.
            Namun, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tercatat tetap tinggi, yaitu sekitar 55,21 juta orang atau sekitar 52,62 persen. Selanjutnya, untuk pekerja dengan pendidikan diploma hanya sebesar 2,79 juta orang atau sekitar 2,55 persen, dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya tercatat sebesar 4,66 juta orang atau mencapai 4,44 persen.

Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
1. pengangguran normal atau friksional
2. Pengangguran Siklikal
3. Pengangguran Struktural
4. Pengangguran Teknologi


                                                       
·         Pengangguran Normal atau Friksional
            Apabila pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka ekonomi itu sudah di pandang sebagai mencapai kesempatan kerja penuh. Mereka menganggur karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik. Dalam proses mencari kerja ini untuk sementara para pekerja tersebut disebut sebagai penganggur. Mereka iniyang digolongkan sebagai pengangguran normal.

·         Pengangguran siklikal
            Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi, dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. Lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. Namun saat permintaan agregat menurun dengan banyaknya. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang berhubungan, yang juga akan mengalami kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. Kemerosotan ini menyebabkan perusahaan mengurangi pekerja-pekerjanya atau menutup perusahaannya, maka pengangguran akan bertambah. Dan mereka dikatakan sebagai pengangguran siklikal.

·         Pengangguran Struktural
            Kemerosotan pada suatu perusahaan akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi pengangguran. Mereka dinamakan sebagai pengangguran struktural, karena disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.


·         Pengangguran Teknologi
            Pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga menusia oleh mesin-mesin dan tenaga kimia. Dan mereka disebut pengangguran teknologi.

Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
1. Pengangguran Terbuka
2. Pengangguran Tersembunyi
3. Pengangguran Bermusim
4. Setengah Menganggur

·         Pengangguran Terbuka
Pengangguran ini tercipta akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Efek dari keadaan ini didalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu dan oleh karena itu dinamakan pengangguran terbuka. Mereka juga sebagai wujud akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun dari kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja atau sebagai akibat kemunduran perkembangan suatu industri.

·         Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran ini biasa terjadi pada sektor pertanian atau jasa. Jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan sebagai pengangguran tersembunyi.

·         Pengangguran Bermusim
Pengangguran ini biasa terjadi pada sektor pertanian dan perikanan. Pada musim hujan, para nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. Dan pada umumnya para pesawah tidak begitu aktif  diantara waktu sesudah menanam dan sesudah menuai. Dan mereka disebut sebagai pengangguran musiman.

·         Setengah Menganggur
Mereka yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. Pekerja-pekerja yang mempunyai masa kerja seperti ini digolongkan sebagai setengah menganggur.

Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah
            Untuk menghindari efek-efek buruk dari pengangguran, pemerintah perlu secara terus menerus berusaha mengatasinya. Beberapa tujuan dari kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran:

Tujuan yang Bersifat Ekonomi:
o   Menyediakan Lowongan pekerjaan
Untuk menghindari masalah pengangguran yang semakin serius, tambahan lowongan pekerjaan yang cukup perlu disediakan dari tahun ke tahun.

o   Meningkatkan Taraf Kemakmuran Masyarakat
Kenaikan kesempatan kerja menambah produksi nasional dan pendapatan nasional.dan akan menambah kemakmuran masyarakat. Ukuran kasar dari kemakmuran masyarakat adalah pendapatan per kapita. Maka kesempatan kerja yang semakin meningkat dan pengangguran yang semakin berkurang bukan saja menambah pengangguran nasional tetapi juga menambah pendapatan per kapita. Melalui pertambahan ini kemakmuran masyarakat akan bertambah.

o   Memperbaiki Pembagian Pendapatan
Pekerja yang menganggur tidak memperoleh pendapatan. Pengangguran yang terlalu besar cenderung menurunkan upah golongan berpendapatan rendah. Pada kesempatan kerja yang tinggi tuntutan kenaikan upah akan semakin mudah diperoleh. Dari kecenderungan ini dapat disimpulkan bahwa usaha menaikan kesempatan kerja dapat juga digunakan sebagai alat untuk memperbaiki pembagian pendapatan dalam masyarakat.

Tujuan Bersifat Sosial Politik:
>   Meningkatkan Kemakmuran Keluarga dan Kestabilan Keluarga
Pengangguran mengurangi kemampuan keluarga untuk membiayai pendidikan anak-anaknya. “Drop-out” disekolah sangat erat hubungannya dengan masalah kemiskinan. Kehilangan kepercayaan diri dan perselisihan dalam keluarga, merupakan masalah lain yang ditimbulkan oleh pengangguran.

>   Menghindari MAsalah Kejahatan
Seringkali pengangguran menggalakan kegiatan kejahatan. Terdapat perkaitan yang erat di antara masalah kejahatan dan masalah pengangguran, yaitu semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi tingkat kejahatan. Maka dari itu, usaha mengatasi pengangguran secara tidak langsung menyebabkan pengurangan tindak kejahatan.

>   Mewujudkan Kestabilan Politik
Kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang diperlukan untuk menaikkan taraf kemakmuran masyarakat memerlukan kestabilan politik. Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak merasa puas dengan pihak pemerintah, karena mereka merasa pemerintah tidak melakukan tindakan yang cukup untuk masyarakat.    
 

Landasan Teori Activity Based Costing -akbi-


Landasan Teori
            Activity Based Costing (ABC) adalah metode pembebanan aktivitas-aktivitas berdasarkan besarnya pemakaian sumber daya, dan membebankan biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan, berdasarkan besarnya aktivitas, serta untuk mengukur biaya dan kinerja dari aktivitas yang terkait dengan proses dan objek biaya.   
                 
            Dalam activity based costing (ABC), semua biaya dibebankan ke produk yang menimbulkan aktivitas atau apabila ada alasan yang mendasar bahwa biaya tersebut dipengaruhi oleh produk yang dibuat, baik biaya produksi maupun biaya non produksi.

            Manfaat yang diperoleh dalam penerapan Activity based costing :
  1. Memberi kemudahan dalam pengambilan keputusan.
  2. Memperbaiki kualitas pengambilan keputusan.
  3. Memungkinkan manajemen melakukan perbaikkan secara terus menerus.
Ada pula kendala dari Activity Based Costing :
  1. Penerapan Activity based costing lebih mahal.
  2. Sulitnya merubah pola kebiasaan manajer.
  3. Mudahnya data ABC disalah artika.
  4. Bentuk laporan kurang sesuai.
            Dalam penetapan activity based costing (ABC) ada lima komponen utama yang perlu diperhatikan :
  1. Sumber daya (resources), segala unit ekonomi yang digunakan peruahaan untuk mengadakan aktivitas, seperti : bahan baku, tenaga kerja, perlengkapan yang digunakan dan faktor produksi lainnya.
  2. Pemicu konsumsi Sumber Daya (Resources Driver), ukuran kuantitas dari sumber daya yang dikonsumsi oleh suatu aktivitas, contoh : jumlah ruangan  yang disewa, jumlah orang yang terlibat, dan jumlah jam kerja yang diperlukam.
  3. Aktivitas (activity), suatu unit dasar pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan oleh manajemen.
  4. Pemicu aktivitas (Activity Driver), suatu ukuran frekuensi dan intensitas dari permintaan dari suatu aktivitas oleh suatu produk atau jasa pelayanan.
  5. Objek biaya (cost object), dapat digunakan untuk menelusuri biaya dan menentukan seberapa objektif biaya tersebut dapat digunakan.

FIQIH MUAMALAH - Ijarah (sewa menyewa)

Definisi:الإجارة
Secara etimologi al-ijarah berasal dari kata الأجر yang artinya العِوَض = ganti dan upah, atau al-itsabah (memberi upah). Ijarah juga diartikan بيع المنفعة = menjual manfaat. Jadi, ijarah secara lughawi bisa bermakna ganda, upah dan sewa. Antara sewa dan upah ada perbedaan makna operasional, sewa biasanya digunakan untuk benda, sedangkan upah digunakan untuk tenaga.
Secara terminologi, ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan adanya pembayaran upah (ujrah), tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Objek dalam akad ijarah adalah manfaat itu sendiri, bukan bendanya.

Terminologi Ijarah
Menurut Hanafiyah
عقد يفيد تمليك منفعة معلومة مقصودة من العين المستأجرة بعوض
“Akad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang diketahui dan disengaja dari suatu zat yang disewa dengan imbalan.”
Menurut Malikiyah
تسمية التعاقد على منفعة الآدمي و بعض المنقولان
“Nama bagi akad-akad untuk kemanfaatan yang bersifat manusiawi dan untuk sebagian yang dapat dipindahkan.”
Menurut Syafi’iyah
عقد على منفعة مقصودة معلومة مباحة قابلة للبذل والإباحة بعوض معلوم
“Akad atas suatu kemanfaatan yang mengandung maksud tertentu dan mubah, serta menerima pengganti atau kebolehan dengan pengganti tertentu.”

Dasar Hukum Ijarah
QS. Al-Thalaq (65) ayat 6
فإنْ أرْضَعْنَ لَكُمْ فَأتُوهُنَ أُجُوْرَهُنَ
“Jika mereka telah menyusukan anakmu, maka berilah upah mereka”

QS. Al-Qashash (28) ayat 26
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".

HR. Ibnu Majah, al-Thabrani dan al-Tirmidzi
أعْطُوا الأجِيْرَ أجْرَهُ قَبْل أن يَجُف عَرَقَهُ
“Berilah upah kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringat mereka”

HR. Bukhari dan Muslim
أن رسول الله ص م إحْتَجَمَ وأعْطَى الحِجامَ أجْرَه
Rasul berbekam dan membayar upah kepada yg membekamnya.

Rukun & Syarat الإجارة
1. MU’JIR adalah orang yang memberikan upah, atau orang yang menyewakan sesuatu.
2. MUSTA’JIR adalah orang yang menerima upah untuk melakukan sesuatu, atau orang yang menyewa sesuatu.

Disyaratkan kepada mu’jir dan musta’jir :
orang yang baligh, barakal, cakap melakukan tasharruf (mengendalikan harta), saling meridhai. Juga disyaratkan mengetahui manfaat barang yang diakadkan sehingga dapat mencegah perselisihan.

3.
Sighat (ijab qabul) antara mu’jir dan musta’jir.
Ujrah(Upah / harga sewa), disyaratkan diketahui jumlahnya oleh kedua belah pihak.
4. Barang yang disewakan (al-ma'qud ‘alaih), atau sesuatu yang dikerjakan dalam upah-mengupah.

Syaratnya Objek akad : dapat dimanfaatkan kegunaannya, dapat diserahkan kepada penyewa berikut kegunaannya, manfaat dari benda yang disewa termasuk perkara mubah dan bukan hal yang diharamkan, benda yang disewakan kekal ‘ain (zat)-nya hingga waktu yang ditentukan dalam akad. 

Macam-macam Ijarah
Perspektif objek dalam kontrak sewa (al-ma'qud ‘alaih), ijarah terbagi 3:
IJARAH ‘AIN adalah akad sewa-menyewa atas manfaat yang bersinggungan langsung dengan bendanya, seperti sewa tanah atau rumah 1 juta sebulan untuk tempo setahun.
IJARAH ‘AMAL(  إجارة العمل) apa yang dijadikanالمعقود عليهadalah kerja itu sendiri, yaitu upah kepakarannya dalam kerja, seperti dokter, dosen, lawyer, tukangdan lain-lain.
IJARAH MAWSHUFAH FI AL-ZIMMAH / IJARAH AL-ZIMMAH (الإجارة الموصوفة في الذمة) yaitu akad sewa-menyewa dalam bentuk tanggungan, misalnya menyewakan mobil dengan ciri tertentu untuk kepentingan tertentu pula. 

Dalam konteks modern misalnya tuan A menyewakan rumahnya di lokasi tertentu dengan ukuran tertentu pula kepada B, tapi rumah tersebut akan siap dalam tempo dua bulan lagi. Namun Btelah lebih awal menyewanya untuk tempoh 3 tahun dengan bayaran bulanan 2 juta.Ini Ijarah Fi Al-Zimmah, karenamanfaat yang disewakan menjadi seperti tanggungjawab hutang ke atas A. Pemberi sewa perlu memastikan spesifikasi manfaat sewa rumah itu ditepati apabila sampai tempohnya.
Mayoritas Maliki, Syafi’idan Hanbali, Majlis Syariah AAOIFI berpendapat mubah dengan syarat-syaratnya.

Ijarah muntahia bi tamlik (IMBT), disebut juga ijarah wal iqtina’ adalah perpaduan antara kontrak jual-beli dan sewa, atau dengan kata lain akad sewa yang diakhiri pemindahan kepemilikan ke tangan penyewa, biasa dikenal dengan sewa beli.
Bank dapat mempraktekkan akad ijarah ini dengan model leasing.
Kemungkinan resiko yang perlu diantisipasi dalam akad IMBT: Default (nasabah tidak membayar cicilan dengan sengaja), aset ijarah rusak, berhenti kontrak-nasabah tidak mau membeli aset tsb.

Sifat dan Hukum Akad Ijarah

            Para ulama Fiqh berbeda pendapat tentang sifat akad ijarah, apakah bersifat mengikat kedua belah pihak atau tidak. Ulama Hanafiah berpendirian bahwa akad ijarah bersifat mengikat, tetapi boleh dibatalkan secara sepihak apabila terdapat uzur dari salah satu pihak yang berakad, seperti contohnya salah satu pihak wafat atau kehilangan kecakapan bertindak hukum. Apabila salah seorang yang berakad meninggal dunia, akad ijarah batal karena manfaat tidak boleh diwariskan.

            Akan tetapi, jumhur ulama mengatakan bahwa akad ijarah itu bersifat mengikat, kecuali ada cacat atau barang itu tidak boleh dimanfaatkan. Apabila seorang yang berakad meninggal dunia, manfaat dari akad ijarah boleh diwariskan karena termasuk harta dan kematian salah seorang pihak yang berakad tidak membatalkan akad ijarah.

Berakhirnya Ijarah

1. objek hilang atau musnah, seperti rusaknya barang yang disewakan, seperti     rumah menjadi runtuh dsb
2. tenggang waktu yang disepakati dalam akad ijarah telah berakhir,
3. menurut ulama Hanafiyah, wafatnya seorang yang berakad.
4. menurut ulama Hanafiyah, apabila ada uzur dari salah satu pihak
                   seperti rumah yang disewakan disita Negara karena terkait utang yang banyak, maka akad ijarah batal. Akan tetapi, menurut jumhur ulama uzur yang boleh membatalkan akad ijarah hanyalah apabila obyeknya cacat atau manfaat yang dituju dalam akad itu hilang, seperti kebakaran dan dilanda banjir.

Aplikasi Ijarah di Lembaga Keuangan Syariah
Bank-bank Islam yang mengoperasikan produk ijarah, dapat melakukan leasing, baik dalam bentuk operting lease maupun financial lease. Akan tetapi, pada umumnya bank-bank tersebut lebih banyak menggunakan Ijarah Muntahiya bit-Tamlik.

Minggu, 23 Oktober 2011

kata-kata mereka buat gw 'MELEK'

Kata abang raditya dika, kita itu gak boleh berhenti untuk berusaha atas apa mimpi kita.

Sampai orang-orang tau keberadaan kita itu emang butuh suatu perjuangan. Dan gw percaya itu, karena emang susah banget. Tapi gw yakin semua ada masanya. Tergantung gimana kita melihatnya dan menikmatinya. *lagi serius*

Bokap juga selalu pesan ke gw, bahwa belajar itu perlu perjuangan. Gak ada yang instan kalo mau hasil yang maksimal. Gak ada orang hebat yang lahir dari waktu singkat. Dan orang yang gak gampang nyerah itu adalah orang-orang yang yakin akan masa depan yang cerah.

Nyokap juga pernah bilang, sekarang kamu susah, berusaha, belajar giat dan semua itu emang gak gampang, tapi mami jamin dikemudian hari kamu pasti bisa tersenyum atas segala yang kamu jalani. Semua sama, harus susah dulu kalo mau seneng.

Kakak gw juga pernah bilang, lo pasti bisa karena gw udah pernah bisa. (singkat sih, tapi dalem)

dalam hal ini ade gw gak ngomong apa-apa karena dia pun sama, masih 'susah' kaya gw. ckckck... kasian ya

Pacar gw pernah dan selalu selalu dan selalu nasehatin gw, kasih semangat ke gw juga. Dia bilang, "Kamu susah sekarang, tapi hasilnya memudahkan kamu nantinya." Itu bijak banget bagi gw dari seorang cwo yang cuma beda 1 tahun sama gw usianya.

Dan masih banyak lagi kata-kata yang selalu mengisi otak gw yang ngebuat gw selalu mencoba bertahan dan bangkit lagi lagi dan lagi. Walau sampai saat ini mungkin usaha dan kerja keras gw masih berlangsung, tapi gw yakin suatu saat nanti gw pasti 'TERSENYUM' atas ini semua.

thanks all...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tugas akhir itu seperti rasa 'mules'

     semakin deket sama WC maka semakin terasa kotoran-kotoran menjijikkan itu mau mojrot keluar. Sama kaya saat lo dapet tugas dari Dosen lo, dan semakin hari H (gw gak tau kenapa harus H, kenapa bukan K atau R atau apa gitulah...) lo harus ngumpulin tu tugas, maka semakin kenceng degup jantung lo, aliran darah lo makin cepet melebihi lajunya kali malang di bekasi, juga malam-malam lo gak kan tenang.

yang gw maksud 'tugas akhir' disini adalah : Segala tugas dari dosen lo yang harus dikumpulin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Entah seminggu, sebulan, sebelum UTS atau juga sebelum UAS. Kenapa sebelum UAS? karena setelah UAS dosen cuci tangan *ada suara keran*

     Ya sebenernya sih ini juga tergantung dari orangnya juga sih, apa dia rajin atau 'terlalu rajin'.
Kalo lo termaksud orang-orang yang rajin itu sih NO PROBLEM.
Tapi kalo lo sadar bahwa diri lo adalah golongan dari orang-orang yang "Terlalu Rajin" maka masalahnya udah beda lagi, yaitu "ITU MASALAH LO"

     Jujur gw termaksud golongan anak-anak yang ke-2 itu, tapi bukan karena gw anak kedua dari tiga bersaudara ya... Tapi mungkin Tuhan udah kasih kesempatan untuk gw buat lebih banyak belajar dari ribuan-ribuan kesalahan gw yang pada akhirnya akan menghantarkan gw kegerbang kampus, BUKAN maksud gw kegerbang kesuksesan, *amin ya ALLAH*
Tugas selalu gw catet di binder yang tiap hari gw tenteng-tenteng ke kampus tiap hari, tapi entah apa isi dari binder gw itu.
Udah gw tulis dengan rapi, tapi kadang entah saat gw cari lagi itu catetan gw H-I-L-A-N-G. Ya gw positif thinking ajalah, mungkin catetan gw lagi dipinjem temen atau mungkin ada dirumah. (entah rumah siapa yang gw maksud).

alhasil sampai hari-hari akhir itu tugas udah mau dikumpulin, gw bingung mau ngumpulin APA???
Saat itu yang gw pikirin cuma, "dari mana temen-temen gw dapet tugas itu sedangkan gw gak dapet, apa karena leptop mereka canggih? sangking canggihnya mungkin mereka punya semua jawaban tugas dari tahun dulu kala sampai sekarang."

SETRES !!!
Entah gw harus gimana, gw pusing, mual, batuk, pilek.... alhasil gw minta kerokin emak gw. Kebetulan emak gw lagi nganggur saat itu.
(Kapan-kapan gw bakal ceritain tentang emak gw ah...)

Browsing... Browsing... Browsing
copy-paste... Copy-paste... copy-paste...

SELESAI juga tugas gw. Tapi Sumpah gw gak tau apa yang ada didalam tugas gw itu. Dari yang cuma 2 halaman sampe yang berlembar-lembar gw bisa buat dalam waktu singkat, tapi gw gak ngerti apa isinya,

itulah tangan-tangan ajaib para mahasiswa.
entah ini suatu pujian, sanjungan atau Hinaan ? tapi gw bangga bisa merasakan masa-masa 'mules' gw dengan sukses.